Tuesday, August 30, 2011

maxi dress





last nite,on my holiday while i can't stop missing my cubical at office..

at this looks:
tutti-fruity maxi dress
bubbleblue scarf
flat shoes
red bags




a lotta love,
melita.

Saturday, August 27, 2011

sunday morning on mums bed

eme,finally at home..

catch you asap fellas..

a lotta love,
melita

Sunday, August 21, 2011

Furla Candy Bags 2011




This is it!
Furla..
what a cute candy bags!
i heart so
can't wait to kiss them..


as always.. a lotta love, take it!

melita.

Thursday, August 18, 2011

What i Wore to Work- Part 2











Ciao! this is.. some pics that i promise you..
raras ( <-- just click her name) and me.

this another post talk about "what i wore to work".
i wear:
Heels: The Little Things She Needs
Coat : Rober at Heritage

Have a wonderful friday fellas!

a lotta kisses,
melita.



Quote of the day




Someone who really loves you sees what a mess you can be, how moody you can get, how hard you are to handle, but still wants you in their life.


a lotta love,
melita.

Wednesday, August 17, 2011

Pajamas Party




Bonjour..
Comment ca va?
Moi, bien! :D

did i told you that i have tons of pic at last post?
this is it..voila!
this pic taken at pajamas party at mon studio, avec mon amies..
it was Fun! :D




We also make over ega, she looks different rite? like bat-madame..


and, this is another looks of ega..
and, at the last but not the least.. we just make over candra.. this is! tres jolie hijab!



and me, ruin this post.. haha




have a great day mon amies!

a lotta love,
melita.





p.s: i have another 'tons of pics' about what i wore to work..just wait. kisses..

Thursday, August 11, 2011

what i wore to work



Sebelumnya saya mau berterimakasih kepada fristi , cher ami!
Dia secara tiba-tiba menanyakan saya memakai baju apa ke kantor, beberapa hari yang lalu. Menginspirasi saya untuk membuat labels for this post berjudul "what i wore to work".

Karena saya sempat merasa 'akan' kesulitan mengupdate looks dikarenakan senin sampai jumat ke kantor, sabtu dan minggu belum tentu kemana-mana, saya mulai memasuki rezim kelam dunia kerja haha...
Itu anggapan saya dulu, tapi dengan pertanyaan salah satu sahabat terbaik saya itu, saya jadi berpikir untuk tetap tidak mengubah cara berpakaian saya dan tetap dapat mengupdate looks juga, yang penting saya ingat adalah, berpakaian layak ke kantor, kantor lembaga pemerintahan bila perlu saya tekankan..


#this looks#
loose shirt : f.r.o.g
shiny black shoes : korean shop at bandung
tights
black mini-belt



a lotta love,
melita.

insomnia

Setelah sekian lama tidak insomnia, malam ini kambuh lagi.

Coba tebak kenapa? Hahaa..

Kalo jawabannya karena kecapean banyak kerjaan di kantor, salah besar!

Kalo jawabannya karena pengen shopping tapi duit bulanan udah habis, salah juga!

Kalo jawabannya kayak 6 bulan lalu, karena mengerjakan skripsi, salah banget!

Kenapa ya.. saya juga gak tau kenapa!

Padahal tadi malem saya makan makanan yang sehat, saya masak country soup untuk dinner.

Juga ada buah-buahan dan es cincau sebagai pelengkap, semuanya tidak dibeli, buat sendiri. (For healthy and saving!)

Apalagi dua teman kantor saya ikut makan masakan saya, makan malam yang menyenangkan.

Gak ngerti kenapa pikiran saya sedang melompat-lompat, mengolah ramdom stories.

Sekedar berusaha menjadi insomner produktif, saya mauber cerita beberapa hal.

Bagaimana dengan pilihan? Kita akan berdiskusi tentang pilihan.

Saya pernah melakukan pilihan yang keliru, saya sebut keliru karen saya tidak menyukai dampak pilihan tersebut dan tidak menemukan nilai yang dapat dijadikan pelajaran buat masa depan dari pilihan tersebut. Saya juga pernah melakukan pilihan yang meragukan, serius. Saya memilih untuk ragu. Saya pernah juga melakukan pilihan yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan akibat yang tepat pula.

Sebagian dari kita tidak pernah menyadari bahwa proses memilih harus kita hadapi karena sebab dan akibat perbuatan kita sendiri. Saya tidak terlalu pintar menjelaskan dan menulis, tapi saya akanmencoba menerangkannya. Misalnya, dihadapkan dengan memilih buah mana yang akan kita makan, kantor mana kita akan bekerja, tas mana yang akan kita beli, sepatu mana yang akan kita pakai, jalan mana yang akan kita lalui, bahkan pria/wanita mana yang akan kita jadikan teman hidup. Hidup seperti apa yang akan kita jalani, itu pun harus memilih. Kita dihadapkan pada proses memilih karena kita memiliki referensi, kita memiliki ide, kita memiliki pengalaman dan kita memiliki pemikiran, dan keseluruhannya bukan benda padat yang didapatkan tanpa memilih. Sudah mulai rumitkah?

Kita harus memilih buah mana yang akan kita makan karena kita membandingkan rasanya, warnanya dan kandungannya. Kita memilih di kantor mana kita akan bekerja (tidak terkecuali disaat kam memilih jadipengusaha, kamu akan memilih usaha apa yang akan kamu usahakan) karena kita memiliki ide, ide tentang tempat bekerja mana yang paling kita sukai, paling menguntungkan, paling cocok dan paling sesuai dengan karakter kita, itu semua kita dapat dari pengalaman yang diolah oleh pikiran.

Bahkan saya pun memilih untuk tidak menjelaskan semua contoh diatas, saya memilih, dan pilihan saya menyebabkan saya tidak menjelaskan semuanya. Bagaimana dengan memilih teman hidup? Don’t ask me, cher ami! Saya merasa tidak ahli menjelaskannya, saya bukan narasumber yang kompeten dalam hal ini.. Tapi saya akan memberikan sedikit saran, ingat, ini saran dari seseorang yang tidak kompeten. Saran saya, temukanlah teman hidup yang mencintai dirinya, dengan dia mencintai dirinya sendiri, dia merawat dirinya, menata hidupnya dan mencintai dirinya. Karena didalam dirinya terdapat kekurangan, dimana dia sabar menghadapi dirinya sendiri disaat menghadapi proses hidup yang tidak mudah, kuat dalam menguatkan dirinya sendiri disaat lemah dan putus asa, dan tekun mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Dengan dia mencintai dirinya sendiri, dia akan memuja kerendahan hatinya sendiri, dia akan jatuh cinta pada senyumnya sendiri, dia akan menghargai kelebihan yang dimilikinya. Setelah dia mampu mencintai dirinya sendiri, barulah dia bisa mencintai orang lain, karena dia tahu bagaimana caranya mencintai, bagaimana caranya menguatkan kita disaat lemah, mengingatkan kita disaat lengah dan memuja kita disetiap tatapnya.

Sekali lagi, jangan dijadikan patokan ocehan seorang amatir ini.

Semoga setiap kita, dapat bertindak dengan bijak, tidak dihadapkan pada pilihan yang sulit, berhikmat dalam memilih dan berani menghadapi sebab akibat dari tiap pilihan kita.

A lotta kisses, sweet dreams,

Melita.




# p.s : i will updates a tons pic about last nite, this morning, just wait..