Saturday, April 9, 2011

headache


selamat malam..
sudah makan malam?
akan terasa sangat tumben, karena kali ini saya mengupdate dari blog dahulu dibanding notes di facebook, tidak ada motivasi terselubung apapun.. :)
malam ini saya merasa sangat sakit. sakit dalam arti sebenarnya.
belakangan ini saya sering sakit kepala yang diikuti demam.
sampai saat ini tidak jelas apa penyebabnya, orang-orang terdekat saya menganalisi karena saya stress atau telat makan dan darah rendah.
saya sendiri tidak berani menyimpulkan apapun.
biarlah benih sakit yang menjalar di kepala ini, hilang dengan sendirinya tanpa sempat tumbuh menjadi tunas, berdahan, berbungan juga berbuah.
merujuk pada pendapat bahwa saya sakit karena stres, saya jadi iseng menggolongkan sakit karena stres. ini dia hasil pemikiran saya yang sedang sakit kepala :
1. stres karena kuliah : sakit kepala sebelah (migrain)
2. stres karena dapet nilai C mata kuliah hukum negara : sakit kepala durasi setengah hari ditambah mengumpat tentang dosennya yang aneh
3. stres karena skripsi : sakit kepala sampai ubun-ubun kayak pastry-nya zuppa-zuppa ( kepala panas, kayak mau merekah) ditambah kadang menangis menyerah di dini hari kadang-kadang.
4. stres karena interaksi dengan manusia lain : sakit kepala di ubun-ubun di ikuti pemikiran dari filsuf yang betah bertapa di kepala sebelah kanan bahwa tidak ada gunanya memikirkan orang lainyang tidak memikirkan saya, toh ini interaksi, harus ada timbal balik, baru bisa dibilang interaksi.

jadi, sakit kepala kali ini kenapa??

maaf para kekasih, saya membebankan kalian dengan pertanyaan yang mungkin jawabnya adalah kenyataan bahwa saya telah menyandang gelar jobseekers sekarang.

biarlah malam ini para kekasih dapat tertawa dan tersenyum juga menikmati minuman hangat, entah hangat di gelas atau hangat di tenggorokan bersama dengan orang-orang yang telah dipilih para kekasih untuk berbagi malam terbaik saat ini.
bagaimana dengan saya? saya sedang sakit kepala dan demam, juga menunggui telpon yang saya harap segera berdering dan menanyakan keadaan saya.
itu saja cukup menyembuhkan, walau sesaat.

No comments: