Sunday, February 20, 2011

When Night Falls


Good Morning, Lord..

Terima kasih untuk malam panjang, dimana sepi adalah teman yang menari juga mencibir. Terimalah terima kasih saya, karena tidaklah ada terima kasih ini bila logika menguasai hati, bila logika menyingkirkan pengertian. Terima kasih untuk tidak membiarkan pengetahuan saya banyak berbicara pada hati. Terima kasih untuk sesaat, saya menikmati kebodohan dengan bersukacita. Biarlah logika tetap menjadi logika, karena tadi malam hati saya memilih untuk tidak terlalu akrab dengan logika.

Engkau Yang Maha Mengerti, saya masih bingung seringkali, untuk apa semua pengetahuan ini bila hanya berbalik menyakiti diri? Di satu sisi saya dibiarkan mempelajari juga mengerti bagaimana manusia berbuat jahat, berpikiran jahat, merencanakan hal jahat, telah berbuat jahat bahkan pura-pura tidak berbuat jahat. Lalu apa gunanya? Untuk mencegah terjadinya hal jahat? Tentu tidak sesederhana itu kan, Wahai Engkau Yang Maha Mengerti? Atau, bolehkan saya memanggil Engkau Yang Maha Rumit? Saya semalaman bingung. Bingung dalam arti membingungkan semua hal.

Apa yang sebenarnya Engkau mau? Apa tujuan hal ini?

Bila tidak lancang, dan tentu bila Engkau berkenan, saya ingin memberi saran juga sedikit mengingatkan. Tolong, jangan biarkan saya mengalami hal seperti semalam. Dimana Engkau membiarkan saya tidak tertidur, menunggui yang tidak merasa sedang ditunggui.

Jangan biarkan saya terlalu lama berpikir. Karena Engkau tentu tidaklah lupa apa akibat dari terlalu lama berpikir juga mempertanyakan segala hal, Wahai Engkau Yang Maha Mengingat? Perlukah saya menyebut nama mereka untuk mengingatkan Mu? Descartes, Spinoza, Locke, Hume, Berkeley, Kant, Hegel, Kierkegaard, Marx, Freud..

Jangan biarkan konsep yang ada dipikiran saya berkembang dan berwujud menjadi tindakan, jangan biarkan. Jangan biarkan logika saya meyakinkan hati juga percaya. Jangan biarkan pengetahuan saya merekontruksi pemikiran logika terhadap apa yang terjadi. Tolong jangan biarkan, bermurah hatilah pada saya.. Bukankah saya ini memiliki kehendak bebas, atau benarkah kehendak bebas itu hanya ilusi?

Terima lah terima kasih saya Wahai Engkau Yang Maha Memberi, untuk setiap cinta juga doa yang saya dapatkan dari mereka yang berhati tulus, terutama untuk mereka yang selalu mengingat bagaimana saya ini sebenarnya dan mengingatkan bahwa saya mereka cintai apa adanya.

God doesn’t give you the people you want. Instead He gives you the people you need. To teach you, to hurt you, to love you and to make you the person you were meant to be..

(Photo source: http://flickr.com/photos/jamesjordan/115627088/)

No comments: