Wednesday, September 29, 2010

how do you do?

do you do too. but i'm really hungry now :((

Ask me anything

What's your favorite type of flower?

Lotus ;) mengingatkan saya tentang kebijaksanaan

Ask me anything

HE MUST BE IN LOVE WITH ME







Bonjour.. Ini hari apa ya? emhhh.. pastinya hari rabu, karena perut saya sedang bunyi "kriuuuukkkk kruuuukkk", saya lapar! Whoooooo! (Setiap hari rabu, saya dan Ibu berpuasa).
Hari ini saya pakai Rok Batik berwarna putih-hitam, kaos pink bertuliskan "HE MUST BE IN LOVE WITH ME",dan belt ethnic dari hasil berburu di Pasar Sukowati (cuma lima belas ribu-an hehe.. )
Belakangan ini saya jarang tidak mengikat rambut, karena cuaca di Bandung makin lama makin panas aja.. Gerah banget! Matahari-nya juga terik.

have a nice day all

hugs, melita.

Sunday, September 26, 2010

Effective action is always unjust.( Maya Angelou )








saya salah satu penggemar jumpsuit :)
jumpsuit sangat mudah di mix and match dengan item lain.
selain jumpsuit, saya juga menyukai scarf. menghangatkan leher dan terlihat lebih mature..

Wednesday, September 22, 2010

Yesterday










kemarin di perpustakaan, setelah terlalu lama duduk, membaca dan mengetik, saya dan fristi mengambil beberapa foto di sekitar rak buku. menurut saya, seorang yang fashionable tidaklah harus berotak kosong seperti anggapan kebanyakan orang. begitu juga dengan seorang yang pintar dan suka membaca tidaklah juga harus menjadi seseorang yang membosankan. setiap orang berbeda, yang membedakan kita adalah karakter kita.

take a pics by fristi

i wear: grey cardigan, grey basic shirt with chapucone, baby blue jeans, black open-toe shoes.

Tuesday, September 21, 2010

Semua Mimpi Besar Di Mulai Oleh Satu Tindakan Kecil

Yang saya dapat dari renungan pagi ini..
Apakah jumlah satu itu sedikit atau banyak? Tergantung satu apa..
Satu rupiah sedikit. Satu milyar cukup. Satu menit sebentar. Satu hari lumayan lama. Satu tahun waktu yang lama. Apalagi satu abad. Satu butir nasi tidak mengenyangkan. Satu piring nasi bisa untuk makan. Satu bakul nasi jatah untuk 4 atau 3 orang.
Tapi satu hal penting yang harus diingat, jangan mengira satu itu selalu kecil. Karena satu senyuman tulus mampu luluhkan hati yang gusar. Satu tatapan penuh kasih bangkitkan semangat. Satu sentuhan lembut tenangkan pikiran. Satu bintang di langit mampu memandu pelaut. Satu hak suara mampu mengubah wajah suatu bangsa. Satu langkah merupakan menjadi awal suatu perjalanan panjang. Satu harapan untuk masa depan tidak boleh hilang. Satu tindakan kecil merupakan proses meraih mimpi. Satu ketekunan buahkan hasil yang manis. Satu kesabaran ciptakan hidup yang indah. Satu pengertian hilangkan pertengkaran. Satu nyanyian tumbuhkan cinta. Dan satu semangat hidup adalah hal terbaik yang saya miliki saat ini..
Mulailah dengan satu.

Bisous,melita.

Monday, September 20, 2010

Jaket berwarna Coklat



Selamat Malam...

catatan ini bisa saja terbaca dikala malam, pagi entah siang. biarlah saya menyapa dengan selamat malam, karena ini sebuah catatan dari goresan pensil diatas kertas putih yang telah menggunduli suatu hutan dibelahan bumi yang makin lama makin panas juga gersang, dan mengakibatkan tradisi menjemur bayi kecil di bawah matahari pagi tidak akan terjadi lagi. apakah kita tegak berdiri melihat hutan yang digunduli?

tak usah dijawab, jawaban selalu datang berbarengan dengan tanggungjawab. saya tidak ingin membebani siapapun untuk bertanggungjawab atas jawaban pertanyaan tadi. saya hanya berharap, agar di masa depan nanti saya masih bisa menghirup oksigen dengan hidung yang tidak mancung ini. bukan dengan bantuan alat apapun. semoga di masa depan nanti, saya masih bisa mengajak anak cucu untuk berlibur mengarungi laut biru dan hutan hijau.

malam ini saya bersyukur karena masih bisa merayakan indahnya kecemasan tentang segala kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.

apa yang terjadi dimasa depan?

saya tidak tahu, walaupun tahu. saya pasti tidak akan memberi tahu siapapun.



ini catatan yang berbeda dari catatan yang lainnya, yang ini berasal dari pensil yang harus diserut, pensil yang dipakai untuk menjalani test toefl beberapa bulan lalu. ini kertas putih yang berasal dari laci meja belajar. meja belajar seseorang yang berusaha menjadi seorang yang terpelajar.



mungkinkah yang membaca catatan ini mulai bingung. bertanya-tanya. kenapa catatan ini begitu tidak sitematis. mengapa catatan ini tidak jelas arahnya. apa yang sedang dipikirkan penulis catatan ini? apa kaitannya jaket berwarna coklat dengan isu lingkungan dan kecemasan akan masa depan? apa yang ingin disampaikan penulis melalui catatan ini! apa! apa kaitan semua hal ini? tentu mereka semua berkaitan.

seorang perempuan di kamar berbau buku memakai jaket berwarna coklat sebagai pengganti piyama. karena ia tidak pernah suka piyama. karena jaket ini akan melengkapi tidur nyenyaknya malam ini. karena jaket ini mengingatkannya tentang proses, kesabaran, keteguhan hati juga pelukan hangat yang nyaman.



selamat malam..

sampaikan sapa saya pada punggung yang diseret kaki berjalan menjauh...

on facebook: http://www.facebook.com/notes/melita-kristin-meliala/jaket-berwarna-coklat/428727621455

Monday, September 13, 2010

Loving



Kadang ada baiknya, kita mencintai seseorang dengan cara yang diinginkannya. Cara yang menyenangkan hatinya. Bahkan bila itu membuat kita tidak menjadi diri sendiri sepenuhnya. Karena mencintai mencangkup pengorbanan.
Apa artinya bila kita mengaku mencintai seseorang, bila yang dicintai tidak pernah merasakan cinta kita? Belajarlah mencintai seturut dengan bagaimana yang dicintai menginginkannya. Karena penyesalan selalu datang diakhir dan sejalan dengan kekecewaan.
Selamat pagi Ibu, suhu panas tubuh ini makin menjadi-jadi. Juga mata makin memerah menahan rasa sakit. Selamat pagi Ibu, kepala ini rasanya ingin dibelah, tampak ada benih sakit yang tumbuh menjalar menyebar nyeri. Selamat pagi Ibu, nyeri ini semua tak ada artinya bila dibandingkan dengan pengorbananmu sejak pagi ini. Selamat pagi Ibu, bukan dengan cara saya saja, saya juga mau berusaha mencintai Ibu dengan cara yang Ibu inginkan.

Tuesday, September 7, 2010

untitle

Selamat siang..
Semoga hujan juga awan hitam siang ini tetap membawa damai sejahtera bagi tiap kita.
Menjelang beberapa hari sebelum hari raya lebaran, kota Bandung semakin lengang, semakin dingin. Kemana perginya hiruk-pikuk minggu lalu? Kemana sembunyinya dengungan kendaraan yang memadati jalan-jalan sempit kota Bandung. Daun-daun kecoklatan dari pepohonan besar, jatuh berguguran. Berbaur dengan sampah plastik di atas aspal hitam juga berlubang. Bandung masih kotor. Jalanan Bandung masih berlubang. Bandung masih tidak sesejuk dulu. Sungguh perubahan benar memakan korban. Perubahan berakhir dengan awal bagi perubahan yang lain.
Semua ada awalnya, juga ada akhirnya. Ada yang datang, ada yang pergi.. Semoga yang sedang pergi lekas kembali. Biar waktu juga jarak melatih kesabaran kita. Juga melatih keteguhan hati. Semua yang datang dan terjadi dengan cepat, akan cepat berlalu. Jangan biarkan ketergesa-gesaan merusak indah pada waktunya.
Have a great day.
Hugs.




Sunday, September 5, 2010

conversation with my self


Selamat malam..
Selamat malam.
Kamu siapa
saya kamu.
Menyenangkan menjadi saya?
sama seperti yang kamu rasakan.
Bagaimana rasanya?
Jangan tanya bagaimana.
Jangan mulai melankolis!
Salah kamu.
Kenapa?
Jangan tanya kenapa.
Jangan suka memendam..
Saya bukan pendendam.
Saya tahu itu
Saya hanya terbiasa.
Terbiasa memikirkan semua?
Salah satunya itu.
Jangan mulai melankolis
Berhenti memendam, kita lakukan bersama.
Berhenti memendam?
Berhenti merasa paling tangguh, tepatnya.
Saya rasa pembicaraan ini tidak fokus substansinya..
Jangan mengeraskan hati.
Mengapa kamu suka sekali memberi komando?
Karena saya dan kamu memang begitu.
Jangan pakai nama saya
Tentu, saya saja yang begitu.
Ada apa dengan pola pikir spiral kamu?
Berhentilah.
Kenapa?
Berhenti bertanya.
Kamu tidak suka dengan pembicaraan ini?
Mau tak mau, suka tidak suka, saya tentu harus menyukai pembicaraan ini.
Saya menyerah
Begitupun saya.


"kadang tidak berbincang mungkin adalah jalan terbaik untuk berdamai"

monster vs. cacing

Selamat pagi..
Tadi malem ketiduran, jadi gak makan malem. Waktu kebangun dini hari, pengen maksain makan biar gak sakit. Setelah sekian lama perut gak ngadat gini, kerasa capek banget ngehadepin ngadatnya kali ini. Nahan sakit sampe sakit kepala sebelah. Waktu dini hari mau makan, niat untuk maksain makan juga uda penuh, eh yang mau di makan gak ada. What? Perasaan tadi pagi masak, dengan porsi begitu banyak. Ayam goreng 1 kg, raib gitu aja. Ckck.. Kebiasaan banget ini adik saya, pasti dia pelakunya. Dia suka jadiin ayam goreng jadi cemilan. Jadi, saya mencoba tidur lagi dengan perut yang berasa piara monster di dalamnya. Mungkin dia Ogre. Mungkin Hulk. Monsternya ngamuk, cabik-cabik lambung. Bikin keributan dengan suara-suara aneh. Semoga populasi cacing yang konon katanya menjadi penduduk tetap perut, tidak merasa terancam. Cacing-cacing kecil yang malang. Sabar ya.. Sabar. Setidaknya perut ini merasakan hal yang sama dengan para pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung. Biarin perut ini sakit, biar dia belajar bersyukur . Bukankah kegagalan mengajarkan kita tentang harus bersyukur untuk keberhasilan. Juga kekecewaan mengajarkan kita mensyukuri hal-hal yang tidak mengecewakan kita.
Tenang ya perut, you are not alone.
Sekarang bangun pagi, udah gak berasa laper. Tapi pikir-pikir, jadi inget chicken soup dari salah satu resto di jalan kidang pananjung. Mungkin sangat enak, mungkin..

Have a nice day!

"keep positive thingking.."

Ruang Luang

Selamat pagi..

Ada seorang yang berkata, berpendirian tepatnya, bahwa kita tidak boleh percaya pada apapun, siapapun. Lalu apa bedanya dengan percaya pada tidak percaya pada apapun dan siapapun? Biarlah ruang yang luang, menjawabnya sekaligus menjembatani hal-hal yang tidak sempat kita ucapkan, hal-hal yang belum kita sampaikan, hal-hal yang tidak akan kita bicarakan. Biar semua bergerak bebas saling membentur di ruang luang, tanpa perlu kita campuri. Tanpa perlu kita beri beban. Karena semua telah ada pada tempatnya. Begitu juga kita. Setiap dari kita memiliki daerah kekuasaan sendiri, daerah kita sendiri. Yurisdiksi, teritorial, privasi, pribadi, dan apapun kita menyebutnya.
Toh, kita setidaknya bersama-sama terkena sinar matahari..

Have a great saturday my friends, keep positive thinking and moving forward.