Wednesday, November 3, 2010

Musim Gugur Kita





Selamat malam..

Hujan malam ini seperti siraman memori yang mengembalikan dedaunan kuning yang terjatuh di musim gugur. hati mu yang telah ku buat merasakan musim gugur. salahku. banyak hal yang kupelajari sambil berlari. seperti aku merasa semakin kuat ketika berlari. aku tidak pernah melarikan diri. tidak pernah sama sekali. aku memang sering duduk mematung. membuatmu merasa tidak terlihat di mataku. membuatmu merasa tidak dihiraukan.bukan rencana ku membiarkanmu. bukan rencanaku tidak mempertahankanmu. bukan rencanaku tidak memilihmu. bukan rencanaku duduk tenang melewatkanmu. bukan rencanaku. bukan rencanaku. kau tahu aku cermat mengotak-atik taktik. tidak untuk kali ini. aku tidak bertaktik sedikitpun. Dia yang bertaktik. Dia yang maha tahu.





selamat malam para kekasih..

pernahkah kita duduk termenung menunggu hal yang paling tidak kita inginkan terjadi, dan hal tersebut terjadi, namun kita tidak menyadarinya. kita masih nunggu dan bersiap-siap menghadapai hal terburuk tersebut. saat kita sadar hal buruk tersebut hampir berlalu, kita sadar ternyata dengan duduk tenang kita bisa melaluinya. ternyata kita sedikit merasa kecewa tidak berbuat banyak untuk hal itu. ternyata kita mendambakan hal terburuk tersebut terjadi lagi, agar kita bisa menunjukkan betapa hebatnya kita mengatasinya. kita pribadi yang penuh ego. kita terlalu ingin menunjukkan kita hebat. kita ingin orang menghargai keteguhan kita menghadapai masa sulit. kita ingin dipuji karena tangguh. kita ingin disanjung karena telah melalui hal terburuk. kita ingin diperhitungkan harena mampu menghadapi musim gugur.

Kapan terakhir kali kita mengagumi musim gugur, mengagumi musim gugur di kehidupan kita?

ketika keluarga tidak seutuh sebelumnya. ketika kita nilai-nilai hasil belajar tidak sebanding dengan kerja keras. ketika impian-impian termanis meleleh oleh cemas. ketika cinta seperti burung, terbang sekehendaknya, hinggap sekehendaknya.ketika sahabat tidak mengasihi kita sepeti sebelumnya. ketika kekasih mulai memikirkan orang lain. ketika diri sendiri pun tidak dapat dipercayai. ketika hati kita mengidamkan dia yang bukan kekasih. ketika semuanya begitu layu dan menguning dan jatuh perlahan memeluk bumi. kembali ke dasar. kembali diurai. terurai. menjadi penyesalan. bersabarlah.

Inilah yang namanya waktu, semua ada waktunya. seperti dalam sehari kita membaginya menjadi tiga kali waktu makan. menjadi tiga kali waktu minum obat. menjadi dua kali waktu untuk mandi. menjadi setiap waktu untuk mensyukuri berbagai hal. menjadi setiap waktu kita menyadari kita hanyalah debu yang akan kembali menjadi debu.kita hanyalah ego yang menjelang kemusnahan. kita hanyalah segumpal daging yang memiliki kehendak terbatas. kita hanyalah setetes air yang berkumpul menjadi samudra. dan seringkali kita lupa bahwa kita bukan hanyalah, kita pun adalah setetes air yang membentuk samudra. kita berarti karena kita saling melengkapi. kita bermanfaat karena kita saling mengerti. kita mengerti kehidupan ini singkat. waktu kita singkat. tapi tidak ada kata tunda untuk membuat hidup kita berart. tidak ada kata terlambat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. pribadi yang menghargai sesama. pribadi yang tahu kapan waktunya duduk termangu, tenang menghadapai waktu musim gugur. karena semua pasti berlalu, tidak ada yang abadi sebelum Ia mengijinkan itu terjadi. semua pasti tepat pada waktunya, ini waktunya kita tetap berpikiran positif. tetap berpengharapan. tetap berbagi. tetap belajar. tetap mencintai. tetap dicintai. tetap saling mengkhawatirkan. tetap bertahan dimusim gugur ini.

Semua ada waktunya,sepanjang hari ini menjadi setiap waktu saya mensyukuri ada seorang kekasih disana yang seringkali dengan bingung memahami pemikiran kompleks saya, namun tetap berusaha mencintai saya apa adanya,ia ingin menjadi sahabat terbaik saya..



selamat malam para kekasih..

hugs, melita.

No comments: