Monday, September 20, 2010

Jaket berwarna Coklat



Selamat Malam...

catatan ini bisa saja terbaca dikala malam, pagi entah siang. biarlah saya menyapa dengan selamat malam, karena ini sebuah catatan dari goresan pensil diatas kertas putih yang telah menggunduli suatu hutan dibelahan bumi yang makin lama makin panas juga gersang, dan mengakibatkan tradisi menjemur bayi kecil di bawah matahari pagi tidak akan terjadi lagi. apakah kita tegak berdiri melihat hutan yang digunduli?

tak usah dijawab, jawaban selalu datang berbarengan dengan tanggungjawab. saya tidak ingin membebani siapapun untuk bertanggungjawab atas jawaban pertanyaan tadi. saya hanya berharap, agar di masa depan nanti saya masih bisa menghirup oksigen dengan hidung yang tidak mancung ini. bukan dengan bantuan alat apapun. semoga di masa depan nanti, saya masih bisa mengajak anak cucu untuk berlibur mengarungi laut biru dan hutan hijau.

malam ini saya bersyukur karena masih bisa merayakan indahnya kecemasan tentang segala kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.

apa yang terjadi dimasa depan?

saya tidak tahu, walaupun tahu. saya pasti tidak akan memberi tahu siapapun.



ini catatan yang berbeda dari catatan yang lainnya, yang ini berasal dari pensil yang harus diserut, pensil yang dipakai untuk menjalani test toefl beberapa bulan lalu. ini kertas putih yang berasal dari laci meja belajar. meja belajar seseorang yang berusaha menjadi seorang yang terpelajar.



mungkinkah yang membaca catatan ini mulai bingung. bertanya-tanya. kenapa catatan ini begitu tidak sitematis. mengapa catatan ini tidak jelas arahnya. apa yang sedang dipikirkan penulis catatan ini? apa kaitannya jaket berwarna coklat dengan isu lingkungan dan kecemasan akan masa depan? apa yang ingin disampaikan penulis melalui catatan ini! apa! apa kaitan semua hal ini? tentu mereka semua berkaitan.

seorang perempuan di kamar berbau buku memakai jaket berwarna coklat sebagai pengganti piyama. karena ia tidak pernah suka piyama. karena jaket ini akan melengkapi tidur nyenyaknya malam ini. karena jaket ini mengingatkannya tentang proses, kesabaran, keteguhan hati juga pelukan hangat yang nyaman.



selamat malam..

sampaikan sapa saya pada punggung yang diseret kaki berjalan menjauh...

on facebook: http://www.facebook.com/notes/melita-kristin-meliala/jaket-berwarna-coklat/428727621455

No comments: