Monday, June 28, 2010

Tersenyumlah dan Bersabarlah

Sebaiknya saya mulai dari mana?
Emhh, Saya akan mulai dengan:
1. Saat kita tersenyum tulus, kita telah menyenangkan hati orang lain.
2. Kita akan terlihat menarik saat tersenyum.
3. Senyuman kita dapat meredakan amarah.
4. Terlalu banyak melihat senyum Tom Cruise mengakibat sakit kepala sebelah.
5. Sakit kepala sebelah dapat disembuhkan dengan membayangkan Gerald Butler bermain gitar sambil tersenyum ceria di suatu Club kecil di Irlandia.

Sudahkah kita tersenyum hari ini? :) saya sudah.

Hari ini ada beberapa hal yang saya pelajari. Yang tak ada kaitannya dengan senyum Tom atau Gerald. Ini tentang kita. Seperti di saat kita merasa telah sangat berusaha melakukan sesuatu dengan baik, dengan tulus, dengan tekun, dan ternyata usaha kita tersebut belum juga menghasilkan sesuatu yang baik, malah mendapat kritikan atau bahkan diacuhkan orang lain. Lalu kita berusaha sabar dengan kondisi tersebut, tapi kesabaran kita tak juga membuahkan hasil. Apakah tidak terlihat terlalu egois sudut pandang kita tentang usaha kita tersebut? Lembutkan hati, buka pikiran, bersiaplah menerima pukulan keras yang nantinya akan menyadarkan kita. BUKAN kita yang sedang bersabar. Orang lain disekitar kita inilah yang sedang bersabar menerima kita, menerima proses pembentukan personality kita. Mereka bersabar menunggu kita mengaktualisasikan diri. Bersabar dengan kerasnya hati kita. Bersabar dengan ambisi kita yang meletup-letup. Bersabar dengan keluhan kita. Bersabar untuk konsisten memberikan nasehat terbaiknya. Bersabar dengan lolongan sombong kita. Bersabar dengan kekanak-kanakan kita. Bersabar mengarahkan jalan kita. Bersabar menahan diri untuk tidak menolong, agar kita mandiri. Bersabar menunggu untuk diminta bantuan. Bersabar mendekap kita dengan pelukan hangat untuk kesekian kalinya di saat kita patah semangat. Sabar menunggu kita meluangkan waktu untuk mereka. Sabar menerima dalih-dalih kita. Sabar menerima ketidak-sabar-an kita. Ya, kan?
Mereka sungguh bersabar menghadapi kita. Kapan kita mau belajar sabar juga?
Kapan kita sadar kalau kita ternyata belum sabar?
Bersabarlah, semua ada waktunya.

Hugs..

No comments: