Monday, June 28, 2010

tentang kita

Cerita pagi ini dimulai dengan renungan terhadap seloroh saudara laki-laki saya.
Katanya : wuih,parah ya itu israel,kejam..
(saya hanya diam)
lanjutnya : masa relawan di tembakin gitu, padahal kapalnya masi di laut internasional. Israel jadi di musuhin dunia
jawab saya : emang apa itu laut internasional? (sambil senyum2,hehe).

Seringkali kita merasa paling tahu tentang apa yang harus dilakukan orang lain, apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan orang lain dalam hidup mereka, sedangkan mengurus hidup kita sendiri saja, kita belum cukup bertanggungjawab. Memang mudah menilai orang lain bila kita berada di luar arena. Bila sedang menonton pertandingan bola maupun tinju, penonton geram bila pemain dalam arena tidak bertindak seperti yang diinginkan penonton. Sebagai mamalia yang berakal, tentu kita lebih sering mengedepankan kepentingan kita sendiri.
Apakah dengan menghujat israel, mengutuki israel, perdamaian bisa terjadi di jalur gaza? Apakah dengan menghujat yahudi, ada damai di jalur gaza? Bukankah tidak semua orang israel menginginkan keadaan sekarang, bukankah tidak semua orang yahudi bertindak jahat.. Ini semua tentang kita kawan, tempatkan diri kita bila menjadi penduduk di jalur gaza, lalu tempatkan juga diri kita sebagai pemerintah israel, bukankah kita punya kepentingan untuk dipertahankan? Rasanya,kepentingan kita ini yang paling mendesak untuk dipertahankan. Bukannya tidak mungkin, israel cemas ada pemberontak ataupun teroris yang terselip dalam rombongan relawan. Bahkan sangat mungkin, israel memiliki kepentingan terselubung di jalur gaza. Atau mungkinkah di jalur gaza terdapat militan atau pemberontak yang bersembunyi dibalik penduduk sipil tak bersalah. Ini semua tentang kita. Dimana manusia berkonspirasi, berspekulasi, memprovokasi dan mengeksekusi satu dengan yang lainnya.
Yang saya harapkan, kita sebagai akademisi, jangan terpancing provokasi yang berujung aksi anarki. Kita tentu sangat bersimpati dengan keadaan saudara kita di gaza. Doa kita adalah cara paling sederhana yang dapat kita lakukan. Profile picture kita yang menghina israel entah yahudi, tidak sedikitpun melindungi atau menolong saudara kita yang sedang terancam bahaya di gaza. Update status berisi sumpah serapah, sama sekali tidak mengenyangkan mereka yang lapar,atau menghangatkan tubuh yang dingin dan ketakutan di gaza. Bertindaklah positive. Jangan memperkeruh suasana, apalagi dengan melukai perasaan dan raga sesama kita. Bukankah setiap dari kita berasal dari Dia Yang Maha Pengasih? Tanggapi keadaan ini dengan pikiran yang jernih dan kasih..

"SEORANG TERPELAJAR HARUS JUGA BERLAKU ADIL SUDAH SEJAK DALAM PIKIRAN, APALAGI DALAM PERBUATAN" -Pramoedya Ananta Toer-

No comments: